Tanjung Aan Beach, Antara Tepung Dan Merica



Setelah melewati hari yang mengecewakan kemarin di Pantai Senggigi, hari ini saya optimis kami akan mendapatkan sesuatu yang berbeda. Hari ini kami akan mengunjungi bagian selatan Pulau Lombok. Menurut penelusuran kami di internet, di sana terdapat beberapa pantai yang indah.

Kami start dari hotel di Kawasan Senggigi jam 8 pagi. Tujuan pertama kami adalah Pantai Tanjung Aan. Sebagai seorang backpaker sejati kami memilih menggunakan sepeda motor untuk menuju ke sana. Sepeda motor ini kami sewa seharga 50 ribu per hari. Menggunakan sepeda motor selain bisa berhemat juga bisa membuat kita lebih leluasa menikmati pemandangan.

Supaya lebih mudah dan tidak kesasar, kami terlebih dahulu menuju ke Bandara Internasional Lombok di Praya. Dari situ kami tinggal mengikuti petunjuk jalan menuju Pantai Kuta Lombok ke arah selatan. Sepanjang perjalanan kami melewati beberapa Desa Wisata Suku Sasak. Suku Sasak merupakan suku asli di Pulau Lombok.

Kira-kira setelah 90 menit berkendara akhirnya kami tiba di Kawasan Wisata Pantai Selatan Lombok. Di selatan Pulau lombok memang berjejer beberapa pantai yang berdekatan dan hanya dipisahkan oleh beberapa tanjung saja. Jalan raya utamanya saling berhubungan dari barat ke timur lurus menyusuri pantai-pantai itu.

Tak terasa sudah 2 jam kami berkendara dari Senggigi. Perjalanan ini memang melelahkan, apalagi cuaca saat itu sudah terasa panas walaupun masih pagi. Tapi semuanya itu terbayar lunas ketika kami tiba di Pantai Tanjung Aan.



Untuk masuk ke pantai ini cukup membayar 5 ribu saja sebagai uang parkir. Di sekitar pantai terdapat beberapa pondok yang terbuat dari kayu dengan atap yang terbuat dari daun kelapa. Pondok sederhana ini sudah cukup buat kami berteduh sambil menikmati pemandangan.

Fasilitas wisata di pantai ini bisa dibilang masih sangat minim. Kebutuhan mendasar seperti wc belum tersedia. Warung atau rumah makan juga belum ada. Jadi para traveler yang hendak ke pantai ini sebaiknya membawa bekal dari luar.

Selepas perjalanan panjang, duduk di tepi pantai sambil menikmati pemandangan serta ditemani semilir angin pantai memang sungguh menyenangkan. Sepintas terlihat ternyata ada yang menarik dari pantai ini. Pantai ini memiliki dua jenis pasir. 



Pasir pertama berwarna putih abu-abu dan yang kedua berwarna putih kekuningan. Pasir yang berwarna putih abu-abu memiliki tekstur yang lebih lembut seperti tepung. Sedangkan pasir yang berwarna putih kekuningan bertekstur lebih kasar seperti biji merica. 


Jika dilihat dari ketinggian perbedaan ini akan terlihat lebih jelas. Itulah sebabnya pantai ini dijuluki juga dengan nama Pantai Tepung dan Merica. Perpaduan degradasi warna dan bentuk dari pasir yang berpadu dengan birunya air laut menjadikan Pantai Tanjung Aan sangat mempesona dan eksotis.

Ombak di sini juga tidak terlalu besar sehingga sangat cocok untuk tempat bermain air dan mandi. Pantai ini diapit oleh dua buah bukit yang ditumbuhi rerumputan kerdil khasnya padang sabana di NTB.



Selalu saja ada hal-hal menarik yang bisa saya dapati ketika berkunjung ke suatu pantai. Inilah kado istimewa yang selalu ditawarkan oleh alam kepada kita. Tinggal menunggu waktu, kapan kita akan membuka kado itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Kerbau dan Emas Dalam Pernikahan Adat : Cerita Dari Nagekeo

Melihat Danau Sentani Dari Bukit Teletubbies

Kali Dosai