#sasukapantaiamai

Hari itu cuaca terlihat mendung tapi tidak menyurutkan niat kami untuk pergi bersama keluarga besar ke pantai. Kali ini pantai yang akan kami kunjungi adalah Pantai Amai. Pantai ini letaknya di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Propinsi Papua.

Kami sekeluarga menggunakan 3 mobil untuk menuju ke sana. Jumlah mobil ini memang banyak tapi sebanding dengan jumlah bawaan kami yang lumayan banyak juga. Kami membawa perlengkapan memasak dan bahan-bahannya untuk acara "bakar-bakar" disana. Tak lupa kami juga membawa tikar, kasur, dan selimut sebagai alas untuk duduk dan tidur.

Perjalanan menuju ke sana ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam dari Distrik Sentani. Kondisi jalan yang kami lalui relatif “bagus”. Saya menulis relatif karena menurut orang disini kondisi jalan yang sedikit berlubang dan melewati jurang-jurang yang terjal masih dibilang bagus.

Apalagi saya mendapati di beberapa ruas jalan masih dalam masa perbaikan sehingga terdapat bebatuan kerikil yang membuat jalan menjadi licin dan beberapa tebing bekas perluasan jalan yang rawan longsor.


Setelah menempuh perjalanan yang mendebarkan ini akhirnya kami sampai juga di Pantai Amai. Awalnya saya agak bingung karena kesannya mobil kami diparkir agak jauh dari lokasi wisata. Tempat parkir ini hanya berupa sebuah pekarangan rumah-rumah warga yang cukup luas dengan dikelilingi pohon-pohon yang tinggi. 

Untuk sewa parkir tarifnya Rp20.000 per mobil. Dari lokasi parkir ini kami masih harus berjalan sekitar 200 meter melewati jalan setapak menuju ke bibir pantai. Jalan setapaknya terbilang bagus karena  sudah disemen. Jika kita membawa banyak barang jangan khawatir karena disini tersedia juga jasa angkut barang berupa gerobak yang dibawa oleh anak-anak, harganya Rp20.000 sekali angkut.



Pantai Amai sudah secara resmi masuk ke dalam Program Wonderful Indonesia dari Kementerian Pariwisata RI. Di pantai ini terdapat banyak pondok yang dapat disewa oleh pengunjung seharga Rp200.000 per hari. Dari pondok yang lumayan terawat ini kita dapat menikmati pemandangan dengan lebih santai bersama keluarga.



Saat itu begitu sampai di pondok yang kami pilih, beberapa anggota keluarga yang lain mulai menyiapkan api untuk memanggang ikan. Suasana saat itu penuh dengan keceriaan dan keseruan menikmati indahnya liburan bersama yang sangat jarang kami alami karena keterbatasan jarak dan waktu.



Pantai ini memang indah dengan pasir hitam yang halus dan pepohonan yang berjejer rapi di sepanjang pantai. Pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik ini mempunyai ombak yang relatif besar. Tapi ini justru menjadi keseruan sendiri para pengunjung karena dapat bermain dengan ombak yang tingginya bisa mencapai 2 meter itu. 

Lagi-lagi menurut orang sini ombak setinggi itu masih aman dan nyaman bagi kita yang ingin berenang. Memang kelihatannya bentuk pantai ini agak dalam. Tapi setelah saya berjalan masuk ke air, ternyata untuk kira-kira 15 m ke depan dasar pasirnya rata dan tidak dalam.



Salah satu keunikan pantai ini yaitu mempunyai sebuah sungai kecil yang terdapat di belakang pantai dan bermuara tepat di ujung garis pantai. Pengunjung yang selesai berenang di air laut bisa langsung membersihkan diri di sungai ini. Sungai ini memiliki air yang sangat jernih, segar dan tenang sehingga saya betah berlama-lama berenang dan menikmati pemandangan yang berbeda.



Di sungai ini saya bisa melihat hutan khas Papua yang masih terawat dengan sangat baik. Disamping itu berbeda dengan di laut yang  ombaknya yang tinggi, disini airnya relatif tenang tetapi mempunyai arus yang lumayan kuat. Nah lengkap sudah keindahan Pantai Amai sebagai salah satu detinasi wisata favorit di Papua.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melihat Danau Sentani Dari Bukit Teletubbies

Jalan-jalan ke Perbatasan RI – Papua New Guinea

Gua Maria Bitauni, Tempat Ziarah Bergaya Klasik