Backpacker Bersama Istri ke Singapura Part 1

Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang liburan ala backpacker saya dan istri di Singapura. Kami memulai perjalanan kami dari bali tempat dimana kami tinggal waktu itu. Setelah mempersiapkan semua bawaan seperti 1 tas ransel, 1 tas pundak cewek, n 1 Tas tangan kecil untuk snack, kami naik taksi. Perjalan dari rumah (Jimbaran) ke bandara 30 menit dengan biaya taksi Rp. 65.000.

Di bandara seperti biasa kami langsung cek in dan membayar airpot tax sebesar Rp. 150.000 untuk penerbangan internasional. Selanjutnya untuk urusan imigrasi, kami siapkan paspor dan tiket pesawat (tips: siapkan juga tiket hotel buat jaga-jaga kalau ditanya). Ternyata waktu itu kami hanya ditanya tujuan dan di Singapura tinggal dimana.

Setelah menunggu sekitar 30 menit akhirnya kami naik ke pesawat. Perjalanan ke Singapura ditempuh selama 2 jam 10 menit. Kami tiba dan turun di terminal 1 Bandara Internasional Changi Singapura tepat jam 08.15 malam. Waktu di Singapura sama dengan Waktu Indonesia Tengah (WITA).

2013-09-12-048
Loket imigrasi Bandara Internasional Changi

2013-09-12-047
Fasilitas air minum gratis di Bandara Internasional Changi

Bandara ini sangat besar dan megah. Bandara ini disebut sebagai salah satu bandara dengan pelayanan terbaik di dunia. Disini disediakan WiFi, air minum dari keran, kursi pijat kaki, eskalator buat pejalan kaki, wc yang bersih, pusat belanja alias mall, kolam renang di terminal 1, taman bunga, skytrain penghubung antar terminal serta petunjuk jalan yang banyak dan jelas, semuanya gratis.

Eskalator buat pejalan kaki di Bandara Internasioanal Changi


Saat mengurus imigrasi kami juga hanya menyiapkan paspor dan tanda booking hotel. Kami tidak ditanyai apa-apa lagi oleh petugas imigrasi. Kami memutuskan untuk tidak terlalu berlama-lama di Bandara Changi karena hari sudah malam. Kami lanjut via skytrain ke terminal 2 untuk melanjutkan perjalan ke pusat kota via MRT (Mass Rapid Transit). Stasiun MRT hanya tersedia di terminal 2 dan 3. MRT merupakan salah satu moda transportasi paling nyaman dan mudah di Singapura (recommended banget buat para backpacer). Ada banyak stasiun yang menghubungkan tempat-tempat penting di pusat kota dan sekitarnya. Biasanya pintu keluar stasiun itu langsung terhubung dengan sebuah mall atau obyek wisata.

Stasiun MRT
Jalan menuju stasiun MRT di Bandara Internasional Changi


Tiket Mesin MRT
Mesin pembelian tiket MRT di Bandara Internasional Changi


Suasana dalam MRT
Suasana di dalam gerbong MRT


Ada 2 cara membeli MRT. Pertama, melalui tikect office dan yang kedua melalui tikect mesin. Kami memilih menggunakan tikect mesin. Aplikasi yang ditampilkan dalam mesin ini sangat mudah dimengerti. (Selengkapnya baca juga : tips menggunakan transportasi di Singapura). Pilih map, lalu keluar peta, klik tujuan kita, trus akan keluar info biaya, lalu masukan uang pecahan 5$ kebawah. Waktu itu kami agak kesulitan karena uang yang kami miliki bernominal besar. Untungnya petugas tiket office juga menyediakan penukaran uang kecil khusus bagi calon penumpang.

Kami menuju tempat kami menginap malam ini di Woke Home Capsule Hostel di sebuah daerah bernama Clarke Quay. Sesampainya di Stasiun Clarke Quay, kami lanjut berjalan kaki menyusuri South bridge road. Sekitar 200 meter kami berjalan , akhirnya kami sampai juga di hostel yang ternyata berada di dalam gedung Five stone. Di gedung ini terdapat 2 hostel. 

Woke home in Five stone
Hostel Woke Home (sebelah kanan)


Lobi Hostel lantai 6
Suasana di dalam hostel Woke home

Saat kami masuk langsung berhadapan dengan lift yang akan membawa kami ke lantai 6 tempat resepsionist hostel berada. Kami mendapat promo hostel ini dari situs agoda.com. Setelah cek in,  kami langsung menuju kamar kami di lantai 4 mengunakan lift. Tempat tidur kami berbentuk kotak panjang mirip kapsul. Satu kamar terdapat 10 kapsul. Cukup nyaman dan murah buat sekedar istirahat. Hotel di singapura lumayan mahal, jadi ini pilihan terbaik kami saat itu. Karena perjalan yang cukup melelahkan tadi, kami pun langsung tidur. Bersambung ke part 2.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Kerbau dan Emas Dalam Pernikahan Adat : Cerita Dari Nagekeo

Melihat Danau Sentani Dari Bukit Teletubbies

Kali Dosai