Backpacker Bersama Istri ke Singapura Part 3

Petualangan hari ke 3 ini dimulai di Mustafa Center. Pusat jualan oleh-oleh ini selalu jadi idola para turis asal Indonesia. Sebenarnya banyak juga pusat oleh-oleh lain di Singapura, tapi katanya ditempat ini lebih lengkap dan lebih murah.

2013-09-14-104 
Salah satu pusat jualan oleh-oleh di Singapura

Benar saja, di Mustafa Center tenyata ramai sekali dengan turis yang sedang membeli oleh-oleh. Terdengar dari bahasa yang digunakan kami langsung tahu ternyata banyak juga turis dari Indonesia disini.

Setelah cukup membeli oleh-oleh, kami lanjutkan perjalan ke Jalan East Course. Kawasan kota lama Singapura yang sebenarnya jarang dikunjungi turis. Lalu untuk apa kami kesini? Yup...kami ingin mencoba laksa. Salah satu makanan tradisional Singapura.

Kalau melihat dari peta sih, agak sulit menemukan tempat ini. Tapi patokan kami cuma satu, kami harus menemukan jl. Eats Course. Setelah naik MRT menuju Stasiun Paya lebar, perjalan kami lanjutkan via bis kota. Ini pertama kali kami naik bis di Singapura.

2013-09-14-110
Suasana didalam bis

Kami menggunakan STP untuk naik bis. Umunya bis disini bentuknya lebih panjang daripada bis di Indonesia. Setiap penumpang yang masuk harus men-tap sebuah kartu dipintu masuk. Kalau tidak memiliki kartu, kita bisa bayar uang tunai langsung ke supirnya.

Kami sempat salah menggunakan bis, sampai harus berganti 3 bis. Ternyata menggunakan bis tidak semudah menggunakan MRT. Tapi namanya juga daerah baru, semua serba belajar. Untungnya istri saya jago bahasa inggris. Jadi memudahkan kami untuk bertanya. Akhirnya setelah 2 jam perjalanan (yang seharusnya sekitar 1 jam), kami tiba juga di 328 Katong Laksa. Konon ini adalah The best laksa di Singapura.


20130914_123853
Katong laksa yang fenomenal di Singapura

Kuahnya keruh dengan mie yang agak besar, ditambah aneka seafood yang segar. Makanan ini enak banget. Kami beruntung bisa mecobanya. Satu mangkok laksa harganya 4$.

Setelah makan, kami lanjutkan perjalanan ke Orchad Road. Kami mengunakan lagi bis menuju Stasiun MRT Rafles, lalu dilanjutkan ke Stasiun Orchad. Disini terget buruan kami adalah Es Uncle (1$). Es ini dijual di depan sebuah mall di Jalan Orchad. Uniknya es ini dijual oleh lelaki tua paruh baya. Tapi itulah sebabnya kenapa namanya es uncle.

2013-09-14-124
Es uncle

2013-09-14-125
Suasana disekitar Orchad Road

Ada beberapa pilihan rasa seperti strawbery, coklat, melon dan kacang merah. Esnya enak, lumayanlah disaat cuaca sedang panas saat itu. Uniknya juga es ini tidak mudah meleleh.

Dahaga sudah terpuaskan, So...next trip to Newton foodmart. Lokasinya ada di jalan Clemenceau ave north, seberang jalan dari Stasiun MRT Newton. Wiskun lagiii... Disini kami mencoba juga yang khas dari Singapura yaitu Nasi bebek (4$) dan Carrot cake (3$). Kali ini keduanya biasa aja alias tidak ada yang spesial.

Carrot cake dan Nasi bebek

Carrot cake ternyata lebih mirip telur orak arik yang diberi saos asin. Hmmn...kirain dari namanya ada wortel dijadiin cake.  Nasi bebeknya juga biasa aja. tapi lumayanlah buat kenyangin perut.

Selesai makan kami kembali ke Stasiun MRT Newton menuju ke Marina Bay. Ditempat ini ada ikon baru Singapura yaitu Marina by Sands. Setelah turun dari MRT kami harus berjalan lumayan jauh untuk menuju ke Marina view. Begitu keluar, sebuah gedung yang indah terpampang di depan kami.

2013-09-14-126
Lorong menuju ke Marina View

2013-09-14-128
Marina by Sand

Ada tiga bangunan yang menopang bangunan yang bentuknya seperti perahu diatasnya. Bangunan ini digunakan sebagai hotel dan tempat pertemuan.

Cuaca saat itu panas sekali. Sebenarnya waktu yang cocok buat ke sini sekitar jam 5an lah, bukan jam 2 kayak gini. Kami memutuskan untuk kembali ke dalam stasiun dan melanjutkan perjalanan ke Merlion Park.

Keluar dari MRT lagi-lagi kami langsung berada di dalam sebuah mall yang besar. Kami berjalan menyusuri lorong di bawah tanah untuk mencapai pintu keluar menuju  Merlion view. Yup..inilah ikon utama Negara Singapura, Patung Merlion!

2013-09-14-131
Ikon Negara Singapura, Patung Marlion

Banyak sekali wisatawan disitu. Semua serentak menjadi foto model dadakan. Katanya belum lengkap bila datang ke Singapura tanpa selfie didepan patung Marlion ini. Dari tempat ini juga kita bisa melihat secara jelas Esplande, Marina by Sands, dan Singapore Flyr.

Setelah selesai menyelesaikan "kewajiban" selfie, kami melanjutkan perjalanan ke Lau Pa Sat yang ternyata juga tidak jauh dari situ. Setelah sampai disana, kami sangat kecewa karena tanpa keterangan yang jelas Lau pa sat ditutup. Padahal kami ingin mencoba satai yang katanya menjadi primadona ditempat ini. Akhirnya kami lanjutkan perjalan ke Maxwel untuk wiskun lagi. Katanya di tempat ini ada semacam sup ikan yang juga khasnya Singapura.


2013-09-14-133
Maxwel Foodmart

Suasananya ramai sekali saat itu. Banyak juga turis asing yang makan disitu. andangan saya tertuju pada sebuah stand makanaan yang antriannya panjang mengular. Karena penasaran akhirnya saya ikutan antri walaupun saya tidak tahu apa yang akan saya beli. Semakin kedepan terlihat jelas di papan nama, sepertinya itu makanan yang spesial di tempat ini. Saya pun memesan Slide fish bee hoon (4$).

2013-09-14-137
Suasana di depan salah satu outlet di Maxwel Foodmart

2013-09-14-138
Semangkuk Slide fish bee hoon

Warna kuahnya keruh seperti santan, dilengkapi dengan aneka seafood yang segar (potongan ikan rebus) dan sayur sawi hijau. Rasanya memang enak dan pantas banget untuk dicoba.

Selesai makan kami balik ke hostel untuk mengambil barang. Sebenarnya kami sudah cek out dari hostel tadi pagi. Tapi kami diperbolehkan menitip barang kami di resepsionis sembari kami jalan-jalan tadi.

Setelah mengambil tas, kami langsung naik MRT menuju Woodland. Stasiun ini merupakan stasiun paling ujung dalam jaringan MRT bagian utara. Didalam stasiun ini ada terminal bis antar kota dan antar negara.

Yup.., kami kesini untuk naik bis yang akan mengantarkan kami menuju Johor baru. Titik cek point utama menuju ke destinasi negara yang selanjutnya, yeeehh...Malaysia!!!. Sekian dulu trip kami di Singapura. Selanjutnya silahkan baca juga : "Petualangan di Negeri serumpun".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melihat Danau Sentani Dari Bukit Teletubbies

Jalan-jalan ke Perbatasan RI – Papua New Guinea

Gua Maria Bitauni, Tempat Ziarah Bergaya Klasik