Pantai Kolbano Seputih Susu


Pantai Kolbano ini terletak disebelah selatan Pulau Timor, tepatnya di Desa Kolbano Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sebenarnya pantai ini tidak kalah pamornya dengan pantai lainnya di NTT, tetapi karena jaraknya yang jauh menjadikan pantai ini jarang dikunjungi masyarakat. Padahal untuk mengunjungi pantai ini kita tidak perlu membayar alias gratis. 

Jarak pantai ini dari Ibu kota NTT, Kupang kurang lebih 140 Km. Memang jauh tapi sepanjang perjalanan kita dapat melihat pemandangan pebukitan sabana khas NTT. 

Saya sebenarnya mengunjungi tempat ini tanpa rencana. Waktu itu kebetulan ada salah satu keluarga yang meninggal di Kabupaten Malaka yang jalannya searah dengan pantai ini. 

Untuk sampai ke pantai ini memang butuh perjuangan ekstra. Total 3 jam perjalanan yang harus ditempuh untuk sampai ke pantai ini, itupun dengan kecepatan rata-rata 50 Km/jam. 

Jalan yang harus ditempuh pun banyak tikukan tajam dan tanjakan. Kami sampai 2 kali berhenti karena ada salah satu teman yang mabuk. Tapi semua perjuangan kami itu terbayar lunas ketika sampai di Pantai Kolbano.

Beberapa penduduk sedang sibuk mengumpulkan batu


Pantai ini sangat unik dan eksotis. Uniknya karena pantai ini memiliki degradasi warna air laut yang agak beda dari pantai kebanyakan. Dimulai dari warna putih susu, hijau tosca, biru muda dan kemudia biru tua.

Pantai Kolbano yang unik dan eksotis


Di tengah pantai ini ada batu besar yang entah bagaimana caranya bisa ada disini. Masyarakat setempat menamainya Fatu un. Batu ini kalau dilihat dari samping bentuknya seperti kepala manusia. 

Nah kalau eksotinya karena pantai ini memiliki pasir dan batu kerikil yang berwarna-warni. Latar belakang perbukitan hijau yang masih alami melengkapi keindahannya. Beberapa perahu nelayan tradisional yang terparkir rapi dibibir pantai.

Batu-batu yang berwarna-warni dikumpulkan warga untuk dijual ke pengunjung yang datang. Biasanya pengunjung menjadikan batu-batu berwarna ini sebagai hiasan taman.

Air lautnya terlihat berwarna putih susu


Suasana yang tenang dengan hembusan angin yang lembut membuat pantai ini juga dijuluki silent beach. Untuk menikmati pantai ini kita juga tidak takut kepanasan karena banyak pepohonan alami yang berjejer di sepanjang pantai. 

Saya mencoba mengambil gambar dari ketinggian untuk mendapatkan point view terbaik. Dari sini saya bisa melihat pemandang pantai jauh lebih indah. Cara untuk bisa sampai disini sangat mudah. Jalan saja terus mengunakan kendaraan sampai menemukan tanjakan dan berhentilah pas di ujungnya.

Pantai Kolbano dari ketinggian


Ada keuntungan lain sebuah obyek wisata yang jarang dikunjungi. Selain  jarang terlihat ada sampah, alam dan kondisi disekitar pantai juga belum ada yang merubah alias masih tetap alami. 

Tapi sayangnya pengunjung disarankan tidak mandi di pantai ini karena ombaknya yang besar khas pantai selatan pada umumnya. Sebenarnya ini alasan umum sih. Tapi kalau menurut saya, jika saja pemeritah lebih memperhatikan obyek wisata ini dengan menempatkan life guard yang dilengkapi dengan peralatan yang memadai pasti kondisinya berbeda. 

Banyak juga pantai di Bali yang juga memiliki ombak yang besar salah satunya Pantai Green bowl tapi wisatawan yang datang dapat dengan bebas berenang. Tentunya dengan memperhatikan beberapa petunjuk peringatan yang tersedia.

Sebenarnya ada lagi minusnya dari pantai ini. Entah isapan jempol belaka atau fakta ada cerita bahwa pantai ini ada buayanya. Tapi selama saya berkeliling di pantai ini, tidak terlihat penampakan buaya sama sekali. 

Tanpa melihat lagi kebenarannya, memang berita ini perlu diwaspadai. Tapi menurut saya, bukannya ini malah lebih seru. Kita bisa lihat pantai yang indah sambil menyaksikan buaya langsung di alamnya. Ini keren bro.... Tapi sekali lagi berita ini masih harus dicari kebenarannya. Sayang kan, hanya karena mendengar berita ini kita melewatkan pantai yang unik dan eksotis ini.

Gambar lainnya dari Pantai Kolbano:









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melihat Danau Sentani Dari Bukit Teletubbies

Jalan-jalan ke Perbatasan RI – Papua New Guinea

Gua Maria Bitauni, Tempat Ziarah Bergaya Klasik