Tips Menggunakan Transportasi Di Singapura Ala Cerita Angela

Tips menggunakan transportasi di Singapura ala cerita angela - Luas Negara Singapura tidak lebih luas dari Jakarta. Ruas jalannya pun tidak sebanyak di Jakarta. Tapi bicara transportasi, negara ini unggul segalanya. Bahkan salah satu yang menjadi alasan saya dan istri berwisata ke Singapura, ya.. pengen cobain transportasinya. Apa sih hebatnya transportasi di Singapura?

Singapura mengenal beberapa moda transportasi dalam kota. Ada taksi, bis, Mass Rapid Transit (MRT), Monorail dan Skytrain. Yang pertama sistemnya kurang lebih sama dengan di Indonesia. Hanya saja saya tidak akan menyarankan untuk anda para backpacker. Selain tidak fleksibel, argonya juga mahal banget. Jadi hanya empat terakhir saja yang akan saya ulas disini.

Bis

Bis merupakan salah satu moda transportasi paling disukai warga Singapura. Jam operasional bis dari jam 5 pagi sampai jam tengah malam. Ada dua jenis bis  umum yang tersedia yaitu SBS Transit dan SMRT. Yang membedakan kedua jenis bis ini adalah rutenya. Semua informasi mengenai rute dan biayanya lengkap tersedia di setiap halte bis.

Cara naik dan bayar bis di Singapura berbeda dari Indonesia. Di Singapura tidak ada kernet atau kondektur, adanya cuma sopir. Disini bis juga tidak bisa berhenti disembarang halte. 

Ada 2 cara membayar atau membeli tiket bus kota. Pertama, dengan langsung saja membayar ke sopirnya. Tapi sebelumnya siapkan dulu uang pas karena mereka biasanya tidak melayani kembalian. 

Kedua, dengan menggunakan STP (Sngapore Tourist Pass). Harganya 8$/orang/hari ditambah deposit 10$ yang akan dikembalikan saat kita mengembalikan STP di Tikect Office. Satu hari dihitung mulai dari jam pertama operasional bis. STP ini hanya dijual di beberapa terminal bis. Prinsipnya kita bisa naik sepuasnya sepanjang hari. Jadi untuk para backpacker yang sering kesasar, ini pilihan yang tepat untuk anda.

Untuk turun dan naik bis ada caranya juga. Naik melalui pintu depan dekat sopir. Kalau turun pintunya ada dibagian tengah. Ketika mendekati halte yang dituju, penumpang harus menekan tombol berwarna merah di tiang tengah di dekat pintu keluar. Ingat sebelum keluar jangan lupa men-tap STP anda atau menuju sopir untuk membayar uang cash.

MRT

Ada 3 cara membeli tiket MRT. Pertama, anda bisa menggunakan STP. Prinsipnya sama persis dengan bis. Kedua melalui tikect office yang terdapat di semua stasiun MRT. Ketiga, melalui ticket mesin. Ticket mesin juga tersedia di semua stasiun MRT. Aplikasi yang ditampilkan dalam mesin ini sangat mudah dimengerti. 

Pilih map, lalu keluar peta, klik tujuan kita, trus akan keluar info biaya, lalu masukan uang pecahan 5$ kebawah. Tips: kita harus selalu sedia uang kecil 5$ kebawah. Jika kebetulan tidak ada, datanglah ke petugas tiket office, mereka juga menyediakan penukaran uang kecil khusus bagi calon penumpang. Sesudah transaksi, sebuah kartu akan keluar dari mesin. Kartu ini yang digunakan untuk di-tap di pintu masuk menuju ruang tunggu MRT. 

Di Singapura terdapat 4 jalur MRT. NS (North south line) ditandai dengan warna merah. EW (East west line) berwarna hijau dan NE (North east line) berwarna ungu. Sedangkan untuk CC (Circle line) berwarna kuning. Jalur MRT yang terakhir ini jalurnya melingkari pusat kota.

Setiap mendekati atau keluar dari stasiun akan terdengar pemberitahuan dari system. Kelihatannya bagi yang baru menapaki kaki di Singapura, SystemMRT ini agak membingungkan. Tapi yang terpenting adalah kita harus hapal ujung atau arah dari setiap line MRT. Setiap line memiliki 2 ujung dengan arah yang berlawanan. Ini akan sangat membantu kita saat memilih MRT. 

Peta jalur Mass Rapid Transit (MRT)


Sebagai contoh: misalnya kita sekarang berada di Stasiun Clarke Quay (NE5), kita mau menuju ke Stasiun Little India (DT12), maka kita harus pilih jalur MRT NE yang ujungnya ke Punggol bukan ke Harbourfront. 

Contoh lainnya: misalnya kita sekarang berada di Stasiun Bugis, tujuan kita ke Stasiun Orchad, maka kita terlebih dahulu memilih jalur DT yang arahnya ke Bukit Panjang bukan ke Chinatown, lalu kita turun di Stasiun Newton, kemudian pilih lagi jalur NS yang arahnya ke Marina Bay dan bersiaplah turun di Stasiun Orchad.

Monorail

Moda transportasi yang satu ini agak terbatas jumlahnya di Singapura. Menurut pengalaman saya, di Singapura cuma ada satu yang telah kami coba waktu berlibur ke Sentosa Island, namanya Monorail Sentosa Exprex. Monorail ini hanya khusus melayani rute ke berbagai tujuan wisata di Sentosa Island. Kita bisa membeli tiketnya di Vivo city seharga 4$/orang.

Skaytrain

Sama halnya dengan Monorail, Skaytrain juga jumlahnya terbatas dan hanya melayani rute khusus.  Rute khusus yang dimaksud adalah  dari terminal 1 ke terminal 2 atau terminal 3  Bandara Internasional Changi. Penumpang tidak dikenai biaya alias gratis. Ini sangat membantu penumpang dari terminal 1 yang akan melanjutkan perjalanan ke tengah kota via MRT karena MRT hanya ada di terminal 2 dan terminal 3. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melihat Danau Sentani Dari Bukit Teletubbies

Jalan-jalan ke Perbatasan RI – Papua New Guinea

Gua Maria Bitauni, Tempat Ziarah Bergaya Klasik