Pulau Timor Punya Pantai Tablolong


Pada saat ulang tahun anak kami yang pertama, saya dan istri sepakat merayakannya di pantai. Kami ingin anak kami mengenal lebih dekat dengan alam khususnya pantai. Dengan berbagai pertimbangan, kami akhirnya memilih Pantai Tablolong. Ketika saya kecil, setiap bulan ayah selalu mengajak keluarga kami ke pantai ini.

Pantai ini terletak di ujung barat Pulau Timor, tepatnya di Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat. Dari pusat Kota Kupang kita harus menempuh perjalanan kurang lebih 30 km. Dulunya kami yang tinggal di wilayah timur membutuhkan waktu 90 menit untuk sampai ke pantai ini. Tapi sekarang karena dengan dibangunnya jalan jalur 40, waktu tempuhnya lebih singkat menjadi hanya 45 menit saja.

Kondisi alam di wilayah barat Pulau Timor

Kondisi jalan lumayan bagus dan aman untuk dikendarai. Di beberapa ruas jalan agak bergelombang tapi secara keseluruhan baik. Kawasan bagian barat ini sebenarnya didominasi lahan tandus. Sehingga tidak heran jika sepanjang perjalanan kita hanya melihat mayoritas tanaman duri dan lirih yang hidup. Jika ada tanaman lain seperti pisang dan sayuran atau palawija, itu berarti pemilik lahannya punya etos kerja 10x lipat dari orang Jepang. Itupun sumber airnya biasanya berasal dari sumur yang dalamnya rata-rata diatas 30 meter.

Jalan menuju Pantai Tablolong


Ada satu tanaman yang menarik perhatian saya setiap kali melewati jalan ini. Daunnya kecil, batangnya besar dan berwarna putih. Sewaktu kecil saya menyebutnya pohon bule, tapi sebetulnya pohon ini disebut Pohon Kayu Putih. Ya, pohon inilah yang menjadi bahan baku utama minyak kayu putih yang banyak digunakan masyarakat di Indonesia.

Pohon Bule alias Pohon Kayu Putih

Tak lama setelah melewati kawasan hutan Kayu Putih, kami pun tiba di gapura Pantai Tablolong. Jalan masuk menuju pantai agak rusak. Jalan ini sebenarnya menghubungkan beberapa pantai lagi di kawasan ini. Kita tinggal pilih spot pantai mana yang terbaik.

Sebenarnya warna pasirnya agak sedikit pink bercampur putih


Ketika saya sampai dan melihat ke sekitar pantai, kondisinya ternyata sudah jauh dari yang saya lihat beberapa tahun lalu. Banyak fasilitas wisata yang rusak dan dibiarkan begitu saja. Banyak lopo yang rusak dan atapnya roboh. Air di wc tidak ada dan pintunya rusak. Lebih parahnya lagi, tembok pejalan kaki roboh dan sebagian tergeletak di bibir pantai.

Kondisi sebagian infrastruktur yang rusak

Tapi semua kekurangan itu tidak juga mengurangi keindahan pantai ini. Pasirnya putih, ombaknya tenang, airnya jernih, dan warna garis pantainya biru muda yang menyegarkan. Beberapa pantai dibatasi oleh batu karang hitam yang menjorok ke laut. Panorama bebatuan hitam ini dan warna laut yang biru segar seolah  menyatu dengan sempurna bagai sepasang kekasih yang serasi. Ketenangan ombaknya membuat kita dengan mudah bersantai menikmati pasang surutnya air laut di bibir pantai.


Salah satu spot view yang menarik

Salah satu batu karang yang menjadi pembatas antar pantai

Pantai ini letaknya di ujung barat Pulau timor yang berhadapan langsung dengan Pulau Semau sehingga membuat ombaknya begitu tenang. Hal ini juga yang menyebabkan hasil tangkapan ikan di kawasan ini melimpah karena menjadi jalur migrasi ikan dari Laut Timor menuju ke Laut Sawu. Beberapa bagan penangkap ikan dapat terlihat dari pantai ini. Di sepanjang pesisir pantai ini banyak juga terdapat beberapa pembibitan ikan, budidaya ikan hias, budidaya mutiara, dan budidaya udang dan lobster.

Pantai Tablolong ini relatif sepi dari pengunjung. Mungkin karena jaraknya yang agak jauh dari kota. Biasanya pengunjung baru banyak berdatangan pas menjelang sore hari. Padahal menurut saya keindahan sebuah pantai justru terlihat lebih maksimal ketika diterpa sinar matahari yang terang. Pancaran sinar matahari yang menimpa air laut itu akan membuat degradasi warna air lautnya terlihat lebih indah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Kerbau dan Emas Dalam Pernikahan Adat : Cerita Dari Nagekeo

Melihat Danau Sentani Dari Bukit Teletubbies

Kali Dosai