Istana Di Atas Air



Bali tak selalu dikaitkan dengan wisata pantai. Masih ada daya tarik lainnya seperti budaya, hutan, danau, kebun binatang, dan taman yang menarik untuk dikunjungi. Pada artikel kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya mengunjungi salah satu taman yang terkenal di Bali yaitu Taman Soekasada Ujung.

Sesuai dengan namanya taman ini memang berada di ujung timur Pulau Bali, tepatnya di Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem. Kalau teman-teman telah membaca artikel saya tentang Pantai Virgin, nah lokasi taman ini tinggal melanjutkan perjalanan sekitar 30 menit dari pantai itu.



Letak taman ini sebenarnya berada dekat dengan pantai tetapi karena dibangun pada lahan yang agak tinggi dari lahan di sekitarnya maka jika kita berdiri di salah satu sudut taman ini akan terasa kita berada di ujung sebuah daratan. Itulah alasan lain kenapa namanya Taman Ujung.

Taman yang dibangun pada masa Raja Karangasem I Gusti Bagus Jelantik ini memadukan arsitektur bergaya Eropa dan Bali. Taman ini merupakan tempat peristirahatan raja sekaligus tempat yang istimewa untuk menyambut tamu penting kerajaan. Selain itu tujuan lainnya dibangun taman ini adalah sebagai tempat raja mengamati kapal-kapal yang akan masuk ke Karangasem.

Taman ini telah mengalami kehancuran saat terjadi erupsi Gunung Agung pada tahun 1963. Sampai pada tahun 2002 Pemerintah Kabupaten Karangasem melakukan pemugaran untuk menjaga kelestarian budaya Bali khusunya Karangasem. Saat ini taman yang mempunyai warna mayoritas putih dan merah ini menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kabupaten Karangasem. 

Taman ini dijuluki juga sebagai istana di atas air karena ada beberapa bangunan yang memang dibangun di atas kolam yang besar. Bahkan sekitar 40 persen dari luas taman ini merupakan area kolam yang terbagi menjadi 3 bagian besar.



Ada sebuah bangunan yang diberi nama Balai Gilik yang dibangun tepat di tengah kolam dan dihubungkan oleh dua buah jembatan. Bangunan ini dulunya merupakan tempat tidur raja. Di dalamnya terdapat beberapa lukisan dan foto-foto yang menceritakan tentang sejarah Kerajaan Karangasem. Beberapa bangunan lain dihiasi dengan detail ukiran dan ornamen Bali yang khas.

Penataan bunga dan pohon yang disusun sangat rapi membuat saya dan istri betah berlama-lama di tempat ini. Saya melihat banyak pengunjung yang datang bersama dengan keluarga dan anak-anaknya menjadikan taman ini memang cocok sebagai wisata keluarga. 



Untuk masuk ke taman ini pengunjung hanya dikenai karcis masuk seharga Rp. 5000 per orang. Bagi pengunjung yang ingin menikmati taman ini dengan cara berbeda, disini juga disediakan perahu kecil yang bisa disewa seharga Rp. 5000 per orang. Dengan perahu ini kita bisa berkeliling di kolam sambil menikmati keindahan taman ini.

Karena keindahannya taman ini sering dijadikan tujuan favorit foto preweding bagi pasangan yang akan menikah. Ada beberapa pasangan yang terlihat sedang melakukan foto preweding ketika kami kesini. Bahkan salah satunya seperti berasal dari luar negeri.

Sungguh besar anugerah Tuhan yang diberikan kepada Bali. Selain diciptakannya pantai dan alam lainnya yang indah, Tuhan juga menganugerahkan jiwa seni yang tinggi kepada masyarakat Bali. Taman Soekasada Ujung ini menjadi pembuktian akan jiwa seni orang Bali itu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melihat Danau Sentani Dari Bukit Teletubbies

Jalan-jalan ke Perbatasan RI – Papua New Guinea

Gua Maria Bitauni, Tempat Ziarah Bergaya Klasik