Pantai Virgin Yang Istimewa

 

Begitu beruntungnya saya dan istri bisa punya kesempatan bekerja di Bali. Selama 4 tahun kami habiskan waktu di Bali dengan bekerja dan jalan-jalan. Yang paling menarik dari Bali apalagi kalau bukan pantainya. Nah salah satunya pantai yang pernah kami datangi adalah Pantai Virgin.
Pantai ini letaknya di sebelah timur Pulau Bali. Sebenarnya istri saya sudah pernah ke sana bersama teman-teman kantornya. Jadi semua informasi terutama mengenai rute jalan menuju kesana saya dapatkan dari istri.

Rute perjalanan yang harus kami tempuh untuk medapatkan pantai ini ternyata lumayan susah. Tapi yang terpenting adalah dari lokasi manapun kita di Bali, kita harus ketemu dulu Jalan I Gusti Ngurah Rai. Setelah itu ikuti jalan itu sampai mentok di pertigaan lampu merah Pelabuhan Padang Bai. Nah dari pertigaan itu, kalau ke pelabuhan belok kanan, tapi kita akan pilih jalur yang ke kiri.

Selanjutnya jalan yang akan kita lewati lumayan sedikit berkelok. Kita akan melewati beberapa kawasan hutan dan pepohonan yang cukup rimbun. Setelah itu kita akan melewati Kawasan Wisata Candidasa. Lalu berjalan lagi melewati beberapa desa dan pura. 

Setelah melakukan perjalanan sekitar 120 menit dari Denpasar, sampailah kami di Jalan Perasi. Di sini kami harus memperhatikan betul papan petunjuk jalan bertuliskan Pantai Virgin yang ada di sebelah kanan jalan. Papan itu terbuat dari kayu yang ukurannya kecil serta menghadap ke arah utara. Jadi kalau kita yang dari arah Denpasar pasti agak susah melihatnya.

Lalu setelah melihat papan itu kami masuk ke jalan menuju pantai yang lumayan bagus. Suasana jalan itu relatif sepi karena jauh dari pemukiman warga. Kira-kira 15 menit dari papan nama tadi, kami menemukan sebuah pura yang berarti lokasi pantai sudah dekat. 

Saya memutuskan untuk parkir kendaraan di pura itu karena melihat kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk mobil saya yang berjenis sedan. Ada sebagian jalan yang memiliki kemiringan sekitar 80 derajat dan beralaskan batu-batu besar.

Dari pura itu kira-kira perjalanan ke pantai sekitar 15 menit. Lumayan jauh sih, tapi saya pikir ini pilihan terbaik dari pada mobil yang jadi korban. Sepanjang perjalanan kami tidak merasa terlalu panas karena pepohonan di sekitar itu cukup rimbun padahal waktu saat itu sudah menunjukan pukul 11 siang.

Tapi semua pengorbanan kami saat itu rasanya terbayar lunas ketika kami tiba di bibir Pantai Virgin. Pemandangannya memang istimewa. Pantai ini diapit oleh dua tebing batu dikiri dan kanan yang dipenuhi tumbuhan berwarna hijau sehingga menyajikan panorama yang indah.

Pasirnya sebenarnya tidak terlalu putih tapi mempunyai tektur yang halus. Terlihat di beberapa sudut pemandangan degradasi warna laut yang indah berwana hijau tosca. Apalagi tebing batu di sisi sebelah kiri yang memiliki warna hitam pekat dan bentuknya seperti lelehan lava yang membeku (menurut versi saya) menambah kesan eksotis di pantai ini. 



Nah kalau kita sedikit berani, cobalah melompat dari sisi luar tebing itu. Saya merasakan sensani yang seru sekali ketika melakukan hal itu. Hal seru lain yang bisa kita lakukan adalah snorkeling. Di pantai ini tersedia peralatan snorkeling yang bisa kita sewa seharga Rp. 50.000 sepuasnya.

Terlihat pula pantai ini benar-benar bersih dari sampah. Mungkin dikarenakan letaknya di sisi timur sehingga terhindar dari sampah alami Samudra Indonesia seperti yang dialami sebagian pantai di selatan Pulau Bali. Tapi saya rasa itu lebih disebabkan dari kesadaran yang tinggi dari para pengunjungnya yang tertib membuang sampah pada tempatnya.
Seperti pantai lainnya di Bali, disini juga banyak terdapat home stay dan cafe. Ada juga beberapa warung tradisional Bali yang dikelola oleh warga setempat. Beberapa kursi malas berjejer rapi dilengkapi dengan payung yang berwarna coklat dan putih. Kita bisa menyewa kursi itu seharga Rp. 20.000 seharian. "Kalau makan disini nga usah bayar sewa kursi", begitu kata seorang ibu pemilik warung ketika ditanyai oleh saya.  




Terlihat beberapa turis mancanegara yang sedang mandi dan berjemur. Dibandingkan pantai lainnya di Bali. Pantai ini lumayan sejuk karena di sekitar pantai banyak terdapat pepohonan tempat kita bisa berlindung dari sengatan matahari. Saya menyusuri pantai ini sampai ke ujung sisi tebing batu yang lain. Menikmati panorama indah pantai ini ditemani angin semilir sejuk sungguh menenangkan hati...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Kerbau dan Emas Dalam Pernikahan Adat : Cerita Dari Nagekeo

Melihat Danau Sentani Dari Bukit Teletubbies

Kali Dosai